Rabu, 01 Januari 2014

SIAP MENYAMBUT KEHAMILAN PERTAMA


Mempersiapkan kehamilan sedini mungkin merupakan aspek yang sangat penting dalam proses kehamilan. Sederhananya, semakin sehat Anda seperti yang telah direncanakan, semakin besar kemungkinan Anda untuk memiliki bayi yang sehat. Sebaiknya anda mulai merencanakan kehamilan segera setelah Anda mulai memiliki rencana tentang memiliki bayi.



Selamat menikmati sensasi kehamilan 
pertama ya La...it's a great moment !
Organ bayi mulai terbentuk dalam beberapa minggu pertama kehamilan, mungkin sebelum Anda tahu bahwa Anda hamil. Karena ini adalah fase kritis tumbuh kembang sang bayi, semakin baik perencanaan yang Anda lakukan, semakin besar hasil yang bisa anda peroleh dalam hal kesehatan bayi Anda. Sayangnya, tidak ada metode yang sangat mudah untuk memiliki bayi yang sehat, tetapi ada banyak hal yang dapat Anda lakukan yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk hasil yang baik.

Siapkan Tubuh Anda

Jika Anda telah siap, Anda dan pasangan bisa membuat beberapa perubahan yang lebih sehat sedini mungkin sebelum memulai kehamilan. Dengan demikian akan memastikan Anda punya cukup waktu untuk menjadikan perubahan itu menjadi rutinitas dan memiliki efek positif pada kesehatan. Akan tetapi, mungkin anda juga harus memperhatikan hal-hal berikut sebelum memutuskan untuk memulai kehamilan:
  • Jika Anda dan pasangan belum mendiskusikan tentang kehamilan. Beberapa pasangan suami istri mungkin belum sependapat mengenai mempercepat atau menunda kehamilan. Diskusikan hal ini dengan seksama, karena hubungan yang harmonis berdampak positif bagi sang bayi.
  • Jika Anda atau pasangan Anda berada pada pengobatan jangka panjang dan perlu rekomendasi untuk efeknya pada kehamilan atau konsepsi (ini mungkin terjadi bagi seorang wanita jika dia memiliki diabetes atau epilepsi).
  • Yang tak kalah penting, ingatlah sebagian besar pasangan tidak hamil secara langsung; itu normal, jika selama beberapa bulan anda belum melihat tanda-tanda kehamilan.

Mempersiapkan Kehamilan bagi Calon Ayah

Berhenti merokok.

Merokok dapat mengurangi kesuburan, dan istri laki-laki yang merokok memiliki kesempatan untuk hamil berkurang juga. Ayah yang merokok juga mempengaruhi kesehatan bayi mereka, sebelum dan setelah melahirkan, seperti risiko gangguan pernapasan dan meningkatkan kematian mendadak pada bayi.

Berhenti meminum minuman beralkohol.

Minuman beralkohol dapat mempengaruhi kualitas sperma dan membuat kecil kemungkinan untuk mendapatkan kehamilan yang sukses.

Minimalisir stress.

Hal ini dapat menyebabkan perubahan hormonal dalam tubuh, yang dapat menyebabkan masalah kesuburan.

Jaga suhu tubuh.

Sperma dibuat di sedikit di bawah suhu tubuh, jadi usahakan jangan menghabiskan waktu terlalu lama mandi air hangat dan pakailah celana pendek pria (boxer) untuk meningkatkan sirkulasi di sekitar testis.

Makan makanan yang bergizi.

Diet sehat dan olahraga teratur akan mengurangi stres dan meningkatkan kebugaran Anda secara keseluruhan.

Dan yang tak kalah penting, tunjukkan dukungan untuk istri Anda.

Mempersiapkan Kehamilan bagi Calon Ibu

Monitor berat badan Anda.

Berat badan yang sehat membantu pembuahan dan kehamilan membuat lebih nyaman. Diet penurunan berat badan harus benar-benar dikontrol agar dapat aman selama kehamilan, terutama disarankan untuk wanita yang mengalami kelebihan berat badan serius, tetapi harus disertai dengan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda yang mungkin menyarankan rujukan ke ahli gizi. Berat badan kurang bisa membuat Anda kurang subur, sementara kelebihan berat badan menempatkan Anda pada risiko lebih besar untuk mengalami komplikasi, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes selama kehamilan. Ada juga risiko tinggi komplikasi selama persalinan dan kelahiran.

Berhenti merokok.

Merokok dalam kehamilan meningkatkan risiko keguguran, kelahiran lahir mati, prematur dan berat lahir rendah. Hal ini memiliki efek ke masa balita dan masa selanjutnya juga, terutama dengan meningkatkan resiko penyakit pernafasan.

Berhenti minum minuman yang mengandung alkohol.

Wanita yang sedang dalam proses untuk hamil harus menghindari alkohol sama sekali.

Konsumsi suplemen asam folat.

Asam folat - kadang-kadang disebut folat - adalah vitamin B penting yang telah terbukti untuk mencegah cacat tabung saraf (NTD) seperti spina bifida. Untuk itu, direkomendasikan bahwa Anda mulai mengkonsumsi suplemen sebelum Anda mulai mencoba untuk hamil, karena NTDs terjadi pada awal kehamilan. Dosis yang dianjurkan adalah 400mcg per hari. Asam folat juga ditemukan dalam sayuran hijau tua, jeruk, roti gandum dan sereal sarapan. Masalah makanan sehat untuk pembuahan dan kehamilan akan kami tampilkan di artikel yang terpisah.

Berhubungan Seks di Saat yang Tepat

Tentu saja ini sudah jelas, akan tetapi yang perlu dicatat adalah bahwa seks yang teratur meningkatkan kesempatan untuk hamil. Manfaatkan waktu yang paling subur dan pastikan Anda bercinta secara teratur sekitar tanggal tersebut.

Wanita kebanyakan berovulasi satu kali selama setiap siklus, dan waktu yang paling mungkin untuk konsepsi adalah 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Juga periksa cairan vagina Anda - ia akan memiliki konsistensi yang berbeda ketika berada di masa paling subur. Anda akan mengetahui apa yang terlihat dan terasa normal bagi Anda, dan bisa melihat perubahannya, jika Anda melakukan ini secara teratur.

Ok ...Hamil pertama tak perlu cemas ya! It's a great & amazing moment in our life!

Bangganya Menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga

Selain Adam dan Hawa, tak seorang pun di dunia ini yang tidak memiliki ibu. Bahkan bayi mungil yang dibuang di pinggir jalan sekalipun, tetaplah memiliki seorang ibu, 
 bagaimanapun bentuk dan wujudnya.

Tetapi ternyata tidaklah mudah untuk sekadar berterima kasih dan menghargai peran seorang ibu. Sebuah peran suci dan sakral yang kini lebih sering dianggap sebagai peran domestik dan amat tradisional. Karenanya, kini tidak sedikit perempuan, termasuk saya, kerap lebih bangga menyebutkan berbagai profesi, entah sebagai guru, wartawan, sekretaris, pedagang, atau profesi lain dibandingkan menyebut dirinya sebagai ibu rumah tangga (saja).


Mencari Makna “Fungsi Perempuan”

Entah kenapa, sejak menjalani babak kehidupan yang baru (sebagai ibu rumah tangga murni), tiba-tiba saya merasa belum pernah menjadi ‘manusia’. Karena, merasa sama sekali belum mempunya nilai dan fungsi sosial bagi kehidupan.

Saya belum mampu memberikan sedikit warna dalam kehidupan meskipun dalam bentuk yang remeh-remeh sekalipun. Bukankah seberapa besar manusia mampu menjadi ‘manusia’ tergantung dari seberapa besar dia memberikan manfaat pada orang lain dan lingkungan sekitarnya? Dan kini, bagaimana saya bisa merasa menjadi ‘manusia’? Bagaimana bisa memiliki fungsi sosial jika saat ini kehidupan saya berputar tak lebih dari urusan kerumahtanggaan dan melayani suami?

Dulu, saya membayangkan begitu indah dan sederhana kehidupan menjadi seorang ibu rumah tangga. Mengurus suami dan anak-anak, membereskan berbagai urusan rumah, dan menunggu kepulangan mereka dengan senyum yang menyejukkan.

Kenyataannya ternyata tidaklah semudah itu. Ketika suami berangkat bekerja, maka mulailah saya berusaha menikmati segala bentuk kesendirian dengan tenggelam dalam berbagai rutinitas rumahtangga. Dan tetap saja semua itu terasa menyiksa, karena saya tidak lagi mempunyai teman untuk sekadar bertukar pendapat tentang berbagai hal.

Wanita Modern dengan Peran Tradisional

Hingga akhirnya saya menemukan tulisan Annie Iwasaki, sosok perempuan yang dengan bangga menentukan sebuah pilihan untuk bekerja sebagai ibu rumahtangga di tanah air suaminya, Jepang. Annie benar-benar berusaha untuk menghayati dan memaknai kariernya itu. Ia kemudian menemukan bahwa justru dengan kembalinya para perempuan modern yang berpendidikan tinggi kepada peran tradisionalnya sebagai ibu rumahtangga murni, maka negara Jepang bisa maju!

Menurutnya hal ini dikarenakan, pertama, bekerjanya perempuan di sektor domestik (rumahtangga) itu berarti mengurangi kemungkinan kelebihan jumlah tenaga kerja di sektor publik. Kedua, perempuan berpendidikan yang bekerja di sektor domestik lebih menjamin terciptanya generasi masa depan Jepang yang berkualitas. Bahkan dalam sebuah artikelnya ia berani memberi judul “Peran Ganda Perempuan Karier Itu Nonsense!”

Sejak membaca tulisan itu, saya mulai belajar untuk berbesar hati menerima kenyataan bahwa kini saya adalah ibu rumah tangga murni. Meskipun menjadi ibu rumah tangga dalam pengertian yang paling klasik: berdiam di rumah, mengerjakan segala rutinitas kerumahtanggaan dengan tangan dan tetes keringat saya sendiri, adalah hal yang sebelumnya sama sekali tak terbayangkan.

Semasa remaja saya biasa menghabiskan waktu dengan berbagai aktivitas di luar rumah. Mulai dari urusan kuliah, mengerjakan amanah di pesantren, rapat kepanitiaan, rapat organisasi kemahasiswaan, dari pagi hingga malam. Maka apakah berlebihan jika saya begitu gamang menjalani profesi ibu rumahtangga (murni) ini? Apakah berlebihan jika saya begitu gelisah karena harus seharian berdiam diri di rumah dengan setumpuk pekerjaan rumah tangga yang seolah tiada berujung?

Menemukan Permata

Waktu terus berjalan. Putra-putri kecil saya telah tumbuh besar, kehadiran dan tingkah lakunya telah mengajarkan begitu banyak hal kepada saya untuk terus belajar menjadi ibu yang baik. Bukankah guru terbaik seorang ibu adalah pengalamannya sendiri? Bukankah proses belajar menjadi ibu yang baik adalah proses sepanjang hayat?

Begitu satu tahap perkembangan keluarga telah terlampaui, maka masih terdapat milyaran tahapan pembinaan keluarga yang harus dijalani. Bukan sekadar mengandung selama sembilan bulan sepuluh hari. Sebab begitu terlahir, bayi itu masih harus dijaga, disuapi, dilimpahi kasih sayang, dididik agar ketika dewasa tidak tersesat jalan, juga masih harus disekolahkan. Setelah anak selesai sekolah apakah tugas ibu selesai?

Tentu saja tidak. Sang ibu akan terus memikirkan dimana si anak bekerja, bagaimana pendamping hidupnya, cukupkah kebutuhan hidupnya, bahagiakah perkawinannya? Dan sederetan pertanyaan lain yang akan terus mengikuti sang ibu dan menuntutnya untuk terus belajar hingga tutup usia. Maka adakah batas proses belajar (menjadi) seorang ibu? Tentu saja batasnya hingga akhir hayat.

Jadi, kegamangan yang saya alami ketika mulai menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga, mungkin itu adalah bagian dari proses belajar menjadi ibu. Alhamdulillah kini saya sudah kembali ke kota asal saya di Sukabumi, selain terus belajar menjadi istri dan ibu yang baik, saya pun tetap bisa mengaktualisasikan diri saya di dunia pendidikan sebagai seorang guru PNS disana.

Bayi-bayi mungil saya telah tumbuh menjadi malaikat kecil yang setiap saat mampu mengingatkan saya, betapa hidup hanya sekali dan hanya akan bermuara pada kematian. Sebagaimana dulu bayi saya tidak ada, kini Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikannya ada. Maka kelak Allah pun akan menjadikan saya tiada. Tidak ada pilihan lain bagi saya selain berusaha untuk memberikan yang terbaik sebagai bekal pertanggungjawaban kelak di hari pembalasan.

Anda mengalami keresahan ketika harus menjalani profesi ibu rumahtangga murni? Mulai sekarang, sapalah lingkungan sekitar Anda. Bergabunglah dengan kelompok-kelompok pengajian di sekitar tempat tinggal. Interaksi sosial yang baik akan banyak membantu menyegarkan sekaligus menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas rumah yang cenderung monoton.

Atau jika Anda resah karena penghasilan suami begitu minim, mulailah untuk mengembangkan potensi. Apapun itu! Pun bila Anda bingung harus memulai dari mana, sertakanlah Allah dalam setiap usaha. Berdoalah pada-Nya. Allah Maha Kaya, Dia akan membukakan pintu-pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Allah akan membantu sebesar apapun masalah dan kesulitan kita. Tetapi semua itu hanya mungkin terjadi jika seorang perempuan, seorang hamba, mampu berlaku ikhlas serta mau melibatkan Allah dalam setiap detik pengabdian.